Rabu, 21 Juni 2017

MENGENANG JASA NYAIKU

NYAIKU PAHLAWANKU !!!

Innalillahi Wa Innailahi Rojiun.............
Hari ini, tepat pada Hari Selasa tertanggal 20 Juni 2017 pada Pukul 18.45 WIB adalah hari wafatnya Almarhumah Nyai/Nenek saya yaitu Almarhumah Hj. Mardiah Binti H. Yasin (terlihat pada gambar dibawah yang sedang duduk di kursi roda). dikediamannya Komplek Maskarebet Blok A 14 No. 10 Rt. 009 Rw. 004 Kel. Talang Kelapa Kec. Alang-Alang Lebar Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dan telah dikebumikan di TPU Taman Sari Ba'da Dzuhur dini hari tadi.

Kupersembahkan tulisanku ini teruntukmu Nyai yang berada di Surga sana
Oleh :
AGUS P. DINATA
(Cucumu)

Sepanjang jalan semasa hidup penuh arti dan makna yang tak ternilai bagi saya..... Sejak aku menginjak usia kurang lebih 2.5 Tahun, karena akibat konflik kedua orang tuaku, akhirnya aku di titipkan untuk diasuh, dibina, dijaga dan dipelihara oleh sosok Nenek yang akrab saya panggil Nyai ini, selama kurang lebih 13 Tahun aku berada dibawah pengasuhan dan Pengampuan Nyai, banyak pelajaran dan nasihat-nasihat berharga yang tak akan pernah aku lupakan darimu Nyai, hal yang paling pokok untukku jadikan Komitmen dalam hidup ini adalah nasihat Nyai yang mendorongku agar untuk selalu Kuat bertahan dalam menjalani hidup walau bagaimanapun. Beliau pernah berpesan "kau jangan banyak igek kendak, kesian ibu kau mencari rezeki surang untuk kamu anak-anak nye kak la" yang jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia maksudnya "Cu, kamu jangan terlalu banyak meminta ke ibumu, karena kasihan ibumu mencari rezeki sendiri untuk kalian anak-anaknya ini" .
Begitu banyak nasihat-nasihat lain dari Nyai kepada saya dan juga cucu-cucu lainnya semasa hidupnya. Namun, hal yang paling membuatku terkesan dengan cara Nyai memberikan pengasuhan kepada saya yang sungguh-sungguh luar biasa bagi saya karena saya pribadi juga mengakui sejak kecil adalah cucunya yang Paling Nakal, Bandel, Menyusahkan, dan yang Pasti suka membentak dan Melawan Nyai, hingga merepotkan Nyai setiap harinya. Dengan kesabarannya itulah Nyai tetap kuat menghadapi tingkah laku saya itu. Berangkat dari sini, hati nuraniku terasa semakin terbuka untuk benar-benar menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang telah Allah berikan kepada saya, serta untuk terus senatiasa mengingat nama Allah dan beribadah.
dan Dalam tulisan ini juga, semoga Allah Swt mendengarkan isi hatiku yang sedalam-dalamnya dalam sebait do'a aku menghaturkan Ampunan yang sebesar-sebesarnya Ya Allah atas Segala Dosa yang telah Hamba perbuat kepada Nyai hamba. Hamba memohon juga dng keikhlasan hati ini agar Nyai hamba diberikan Tempat yang paling Indah disurgaMU Ya Allah Swt....Aminnnn Aminnnn Ya Rabbal Alaminn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar